
Jakarta Mau tahu cara memuaskan pasangan Anda. Coba lakukan posisi-posisi seks kegemarannya saat bercinta. Beberapa posisi ini bisa menjadi pilihnnya. Isabella Snow, seorang ahli seks yang detikhot kutip dari Askmen, Kamis (5/11/2009) menyebutkan beberapa posisi yang menjadi favorit perempuan beserta alasannya.
Woman on Top
Posisi bercinta ini adalah posisi yang menjadi favorit para perempuan. Alasannya sederhana, karena mereka merasa menjadi penguasa permainan. Para perempuan bisa melihat wajah pasangannya saat mencapai kenikmatan. Ritmenya pun bisa mereka atur.
Mau membuat perempuan Anda makin bergairah, lakukan posisi itu sambil duduk di sofa. Cium bagian dada pasangan Anda, dan mainkan jari Anda dengan lembut di pinggulnya.
Misionaris
Posisi ini masih menjadi favorit, karena paling nyaman menurut para perempuan. Agar tidak membosankan, para laki-laki harus membuatnya lebih menarik. Coba dekatkan bibir Anda ke telinga perempuan Anda. Bisikkan hal-hal yang ingin Anda lakukan namanya, dan dia akan mulai meneriakkan nama Anda.
Posisi Berdiri
Bercinta dalam posisi berdiri ternyata sagat disukai para perempuan. Mereka merasa lebih dekat dengan pasangan, apalagi mereka juga bisa melihat mimik pasangannya. Sayangnya, ejakulasi pria saat bercinta dengan posisi ini menjadi lebih cepat. Untuk mengatasinya ada baiknaya untuk memperlambat ritme bercinta. Saat tengah break, para pria bisa merangsang klitoris pasangannya.
Ingin sesuatu yg lebih liar, jangan lakukan posisi ini di kamar tidur. Lemari dapur atau kamar mandi merupakan tempat yang cukup baik untuk memanaskan malam Anda.
Posisi Sendok
Posisi sendok atau spooning juga menjadi salah satu favorit perempuan. Posisi pria yang memeluk mereka dari belakang menimbulkan rasa nyaman. Apalagi pria saat itu bisa dengan bebas merangsang bagian intin perempuan, mulai dari mencium leher, meraba bagian dada, hingga klitoris. Sama seperti pada posisi misionaris, pria juga bisa membisikkan kata-kata rayuan panas, yang membuat pasangannya semakin terangsang saat melakukan posisi ini.
Sumber: www.detikhot.com

Jakarta Berdasarkan penelitian, sekitar 12 persen perempuan tidak pernah mencapai klimaks dalam hidupnya dan 75 persen tidak orgasme (orgasme belum tentu mencapai klimaks). Statistik tersebut tentunya cukup mencengangkan. Lantas, apa penyebabnya?
Banyak faktor yang menyebabkan perempuan tidak merasakan orgasme dalam berhungan seks dengan pasangan. Detikhot kutip dari BBC News, Jumat (6/11/2009), menurut seorang Psychosexual Therapist, Paula Hall, ada tiga faktor penyebab, yakni faktor fisik, medis dan psikologis.
Faktor fisik
Penyebab yang paling sering adalah tidak tersentuhnya klitoris saat berhubungan intim. Padahal sebenarnya sebagian besar perempuan membutuhkan sentuhan langsung untuk merasakan orgasme.
Penyebab lainnya adalah kelelahan atau dalam keadaan sakit. Tubuh perempuan tidak dapat dipaksakan untuk berhubungan.
Faktor Medis
Beberapa penyakit dapat membuat perempuan sulit merasakan orgasme. Penyakit-penyakit seperti vaskular, neurologis atau kekurangan hormon kerap menjadi faktor medis susahnya mencapai orgasme.
Efek samping dari obat tertentu juga dapat menyebabkan perempuan tidak orgasme. Selain itu, operasi panggul juga dapat merusak saraf, sehingga perempuan susah untuk terangsang. Kalau hal-hal di atas terjadi, sebaiknya berkonsultasi langsung dengan dokter Anda.
Faktor Psikologis
Dalam faktor psikologis, cara menanggulanginya terbilang gampang-gampang susah. Faktor psikologis penyebabnya ada di dalam pikiran, sehingga Anda tidak dapat fokus dalam 'permainan'.
Kekhawatiran karena takut terdengar anak, kurang percaya diri pada bentuk tubuh, atau tidak merasa nyaman dengan tempat bercinta menjadi contoh penyebab sulitnya perempuan merasakan orgasme karena faktor psikologis.
Sumber: www.detikhot.com