BOGOR - Isu hantu pocong keliling (poling), mulai meresahkan warga di dua kecamatan di Kota Bogor. Cerita poling yang semula hanya dari mulut ke mulut, tidak di respons berlebihan warga. Namun memasuki satu minggu terakhir, semakin banyak warga yang percaya.
Begitulah yang terjadi di tengah masyarakat Kecamatan Tanah Sareal dan Kecamatan Bogor Barat. "Kami sekarang takut keluar malam, karena isu pocong keliling itu, ternyata benar adanya.
"Banyak warga sudah melihatnya. Saya sendiri belum, namun saya berdoa, agar tidak mau melihat mahluk itu," ujar Mirna (40), warga Kampung Sindang Barang Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor.
Isu pocong keliling, diakui ibu tiga anak ini, sebenarnya sudah lama, kurang lebih satu setengah bulan lalu. Saat itu, warga enggan berkomentar, karena yang di bicarakan adalah mahluk gaib yang katanya memiliki kekuatan luar biasa.
Bahkan pengurus RT meminta, agar masalah ini jangan terus dibicarakan, jika tidak ingin menjadi kenyataan. "Eh sekarang malah terbukti. Banyak warga sudah melihatnya. Ini mungkin karena sering warga membicarakannya sehingga dia langsung menampakkan wajahnya pada orang yang sering membicarakannya," kata Mirna menduga-duga penampakan pocong tersebut.
Begitu kuatnya berita poling tersebut, membuat kaum bapak yang setiap malam melakukan tugas rutin ronda, kini lebih memilih dalam rumah dan tinggal bersama istri dan anak.
Penelusuran di Kecamatan Tanah Sareal, sejumlah warga mengaku sudah melihat pocong yang membuat heboh itu. Salah satunya, Makmur (47), yang tinggal di kampung Kayu Manis.Dia mengaku melihat pocong saat keluar malam hari.
"Saat itu saya ke jamban untuk ambil air wuhu. Baru beberapa langkah, saya melihat pocong berdiri di dekat jamban. Takut saya langsung teriak minta tolong. Dari situ, saya tidak mau lagi keluar malam," ujar Makmur.
Sumber: news.okezone.com

Aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (KOMPAK) merespon pidato tanggapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap rekomendasi Tim Delapan, saat menyaksikan tayangannya melalui televisi di Kantor Imparsial, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (23/11) malam.
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik dari Reform Institute, Yudhi Latief, menyerukan agar semua rakyat Indonesia bersatu untuk ikut melawan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pasalnya, Presiden dianggap tidak mengerti bahasa rakyat.
"Susah mengharapkan Presiden karena Presiden sendiri menjadi bagian dari persoalan itu sendiri," kata Yudhi Latief di Kantor Imparsial, Senin (23/11) malam.
Yudhi mengatakan, pidato mengenai sikapnya terkait rekomendasi Tim Delapan betul-betul mengecewakan. Momen yang seharusnya digunakan Presiden untuk menjawab kebingungan rakyat, hal tersebut disia-siakan.
"Ini artinya SBY tidak mengerti bahasa masayarakat, tidak tahu rasa keadilan. SBY hanya mempertimbangkan kekuasaan sendiri bukan menyelamatkan masayarakat," katanya.
Untuk itu, kata Yudhi, atas nama masyarakat, mereka akan berjuang menggoyang posisi SBY. Pasalnya, Presiden yang tidak mengerti bahasa rakyat dianggap tidak bisa memimpin negara ini lebih lama lagi.
"SBY kehilangan logika umum, bagaimana bisa seluruh pidatonya hanya retorika kosong," ujar dia.
Dia mengatakan, pidato Presiden menjadi mengambang karena tidak ada keputusan apa pun yang diambil. "Tidak ada ketegasan langkah apa yang akan diambil," ucap Yudhi Latief.
Sumber: kompas.com

Sumber: kompas.com
"Nonaktifkan Sri Mulyani dan Boediono, dan semua yang terkait dalam kasus Century," ujar anggota Forum Petisi '28 Haris Rusly di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (24/11).
Turut hadir dalam aksi seruan tersebut aktivis Komite Indonesia Bangkit Adhi Massardi.
Forum Petisi '28 berharap, hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dapat membuka kebenaran dan kejelasan aliran dana bailout kasus Bank Century. Sayangnya, hingga kini hasil audit tersebut tak kunjung membuahkan hasil.
Menurut Forum Petisi '28, kesalahan kebijakan yang telah dilakukan Bank Indonesia dalam menggelontorkan dana bailout Bank Century disebabkan tidak adanya kejelasan dan transparansi dari Bank Indonesia.
BI dinilai tidak bertindak tegas dalam menerapkan aturan yang ditetapkan BI sendiri. Dan parahnya, lanjut Haris, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tidak memiliki dasar untuk menyatakan Bank Century dapat menimbulkan risiko sistemik.
Sumber: kompas.com
"Susno sekarang Pati Mabes Polri," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Sukarna.
Sebelum menyatakan hal tersebut, Nanan mengatakan bahwa pergantian pejabat tersebut merupakan bagian dari program mutasi di tubuh Mabes Polri. Mutasi tersebut menyangkut 25 personel Polri, masing-masing 16 perwira tinggi dan 9 perwira menengah.
Ihwal pencopotan Susno sebenarnya telah disampaikan Kepala Polri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri ketika berdiskusi dengan jajaran Redaksi Harian Kompas di kantor Palmerah Selatan, Jakarta Pusat pada Selasa siang. Akan tetapi, ketika itu Kapolri minta agar tidak dipublikasikan dulu sampai pengumumannya.
Sember: kompas.com
Selain Wiliardi Wizard yang bikin heboh pengadilan, kesaksian terdakwa eksekutor pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Hendrikus Kia Walen pun punya kesaksian menarik. Hendrik mengaku kalau ada tim lain yang selalu membuntuti ia dan timnya yang terdiri dari Eduardus Noe Ndopo Mbete alias Edo, Fransiskus Tandon Keren, Daniel Daen Sabon dan Heri Santoso.Setiap kali Hendrikus dan kawan-kawan membuntuti gerak-gerik korban, tim lain tersebut selalu ada di lokasi. Biasanya, tim lain itu memberikan isyarat tertentu. Mereka biasanya berkendaraan mobil terano, panther, dan motor. Pakaian mereka umumnya safari, membawa HT dan senjata.
"Mereka seperti kenal saya, tapi saya tidak kenal mereka. Setiap kami bergerak, mereka selalu ada," jelasnya pada persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin.
Edo yang juga bersaksi dalam persidangan mengakui hal ini. Edo mengaku pernah menanyakan keberadaan tim siluman itu ke Wiliardi. Dan Wiliardi mengiyakan kalau tim itu juga bagian dari tim aparat.
Selama operasi itu, semua anggota tim sipil yang direkrut oleh Edo ini sama sekali tidak ada order untuk membunuh Nasrudin. Edo mengaku bahwa ia dan timnya diminta Wiliardi hanya untuk membuntuti Nasrudin, karena orang ini dianggap membahayakan negara.
Saat hari eksekusi, seorang anggota tim Edo bernama Fransiskus menceritakan kalau saat itu bukan hanya mobilnya yang menghalangi mobil BMW Nasrudin. Ada Isuzu Panther merah. Tapi, ia tidak tahu siapa yang berada dalam mobil tersebut.
Begitu pun dengan kesaksian anggota tim Edo yang lain bernama Heri Santoso. Pengendara sepeda motor Yamaha Scorpio ini pun menyatakan keheranannya. Pasalnya, ada pengendara sepeda motor lain selain dirinya yang juga ikut menguntit Nasrudin.
Setelah peristiwa pembunuhan itu terjadi, Edo dan timnya mengaku disiksa polisi agar mengakui perbuatan membunuh Nasrudin Zulkarnaen.
Menurut Edo, ia dipukuli dan diminta untuk tidak menjadi pahlawan kesiangan. “Di atas kamu, kita sudah pegang semua. Ada anggota, ada Pak Sigid, dan di atasnya lagi ada pejabat negara, orang kuat negeri ini. Jadi kamu ngaku saja. Jangan jadi pahlawan kesiangan,” kata Edo menirukan bentakan aparat yang menyiksanya.
Dalam kesaksian di Persidangan Wiliardi Wizard, Edo menolak mengakui perbuatan tersebut. "Saya tidak pernah menyuruh membunuh Pak Nasrudin. Saya hanya menyuruh agar mengikuti Nasrudin kalau ada yang aneh agar menghubungi saya," ujarnya.
Sebelumnya, dalam sebuah diskusi soal pembunuhan Nasrudin, pengacara Edo pun membeberkan cerita yang disampaikan kliennya soal penyiksaan yang mereka alami. Menurutnya, semua anggota tim sipil yang dibentuk Wiliardi ini dibawa aparat ke sebuah tempat yang bernama Pondok Nirwana di daerah Cawang.
Di sana, mereka dipaksa untuk mengakui telah membunuh Nasrudin. Mereka ditelanjangi, disetrum, dan dipukuli. “Ini bukan cerita dari saya. Tapi ini fakta persidangan yang mereka sampaikan di persidangan,” ujar sang pengacara. mnh/dtk/berbagai sumber.
Sumber: eramuslim.com

Beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan adanya orang yang mengaku Nabi dan Rasul dengan ajaran-ajaran sesatnya - sebut saja Ahmad Musadeq yang mengaku Rasul dengan kelompoknya yang bernama Al-Qiyadah Al-Islamiyah.
Kemudian ada Lia Edan yang mengaku utusan jibril dengan kelompoknya Salamullah yang kemudian berganti baju menjadi Kerajaan Tuhan Eden.
Muncul lagi Agus Imam Solichin dengan kelompok pengajiannya yang bernama Satria Piningit Weteng Buwono, dan masih banyak lagi manusia-manusia sejenis yang sempat kita baca di media baik cetak maupun elektronik yang mengaku-ngaku sebagai nabi ataupun rasul.
Sekarang dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi internet, seorang yang bernama Sakti A. Sihite dengan tegas menyatakan diri sebagai Rasulullah. Berbeda dengan orang-orang lain yang mengaku sebagai nabi atau rasul yang biasanya membentuk komunitas pengajian atau kelompok untuk mengeksistensikan dirinya sebagai utusan Tuhan, sang 'rasul' satu ini lebih memilih mendeklarasikan dirinya sebagai utusan tuhan lewat media blog dan memanfaatkan situs pertemanan Facebook.
Dalam tulisan di blognya Sakti mengatakan bahwa dirinya merasa telah dipilih tuhan untuk menjadi utusanNya sewaktu pada tahun 2005 ia mengalami semacam "induksi energi" (kesurupan?) yang sangat kuat yang membuat ia lemas satu sampai dua hari.Dan "induksi energi" ini semakin kuat hingga pada bulan September 2007 wujud induksi energi itu berupa luapan dari dalam dada yang mendesak supaya dirinya segera mengumumkan jatidiri sebagai rasul.
Dan akhirnya pada tanggal 13 September 2007 / 1 Ramadhan 1428 di dalam tidur, Sakti mengaku melihat ruh Tuhan, dalam wujud cahaya/energi berwarna hijau, datang dan memenuhi rongga dadanya. Cahaya/energi tersebut menyuarakan, “engkau adalah rasulullah, engkau adalah rasulullah…” berulang-ulang.
Tiga minggu kemudian tepatnya pada tanggal 1 Oktober 2007 (bertepatan dengan hari kesaktian Pancasila) Sakti A. Sihite mengumumkan kerasulannya kepada khalayak, tidak disebutkan pendeklarasian dirinya sebagai rasul kepada khalayak ramai dalam bentuk tabligh akbar atau ceramah umum - tapi sepertinya ia mengumumkan diri sebagai rasul lewat blog miliknya.
Tidak berbeda jauh pemahaman dirinya dengan kelompok sesat Ahmadiyyah yang memperkosa ayat tentang khataman nabiyyin (QS:33:40) dengan seenak udelnya sendiri, dirinya menyatakan bahwa di ayat tersebut hanya dikatakan bahwa nabi Muhammad disebut Allah sebagai penutup para nabi tapi tidak penutup para rasul.
Menariknya sang 'rasul' satu ini tidak mengharuskan orang-orang untuk mempercayai dirinya sebagai rasul, karena menurutnya tuhan telah menetapkan dengan pasti siapa saja orang yang akan diberi petunjuk dan siapa saja yang tersesat. Dengan kata lain, Sakti secara tidak langsung menuduh bahwa yang tidak percaya kepada dirinya sebagai rasul adalah sesat.
Sakti A.Sihite sang 'rasul' di dunia maya ini terlahir dari keluarga batak Muslim, ia mengaku sejak kecil sudah di sunat, belajar mengaji di madrasah dan sewaktu kuliah aktif dalam kegiatan keislaman di kampus. Tidak berbeda dengan rasul-rasul asli yang lain sepanjang zaman, misi Sakti adalah untuk menyampaikan ayat-ayat Tuhan dan mengajak manusia untuk memurnikan pengkhidmatan hanya kepada-Nya.
Untuk berkenalan dengan 'rasul' sesat satu ini, kita cukup mengklik saktisihite.com atau kealamat facebooknya. Di blognya sakti cukup lengkap menjelaskan alasan ke'rasulan' dirinya, sedangkan di facebooknya juga tertera alamat serta no hp nya yang bisa dihubungi.
Kita cuma bisa berharap orang sejenis Sakti dan yang lainnya untuk segera bertobat dari keyakinan sesat mereka tersebut. Sehingga kita tidak perlu mengatakan apabila dirinya digebukin atau dihakimin massa dengan kalimat ," Hite..hite..sudah kubilang jangan mengaku rasul nya kau, masih juga kau mengaku rasul..sekarang..matilah kau..!!"(fq)
Sumber: www.eramuslim.com
JAKARTA--MI: Penularan HIV/AIDS di Indonesia paling banyak disebabkan oleh pengguna Napza melalui suntik 52,4%. Namun, ada kecenderungan peningkatan akibat lainnya, yakni hubungan homoseks.Berdasarkan data penularan yang terjadi, akibat hubungan seks sesama lelaki saat ini teridentifikasi sebanyak 5,2 %. "Jumlah itu tidak sebegitu besar dalam beberapa tahun belakangan," kata dr Kemal dari Komisi penanggulangan HIV/AIDS dalam temu pers menyambut Hari AIDS Sedunia pada Desember mendatang.
Meningkatnya hubungan seks antarlelaki itu bukan hanya akibat suma sama suka sebagaimana yang terjadi antara waria, tetapi lebih disebabkan makin meningkatnya tren dan gaya hidup, terutama di kota besar. Penularan AIDS akibat wanita pekerja seksual (WPS) yang pada awalnya menduduki peringkat tertinggi, kini hanya sebesar 10,4% dan akibat waria sebesar 24,4%.
Karena itu, lanjut Kemal, prevalensi penularan HIV/AIDS dan epidemi penyakit ini ke depan semakin meningkat. Selain perlunya penanganan populasi kunci atau penular yang sudah ditangani, penting juga untuk memperhatikan perkembangan HIV/AIDS pada hubungan seks lelaki sama lelaki (LSL).
"Berdasarkan data hitungan Komisi Penanggulangan AIDS, pasien HIV pada LSL ini diperkirakan hanya 700 orang. Tapi, lembaga lain memperkirakan jumlahnya lebih dari 1.000 orang. Saat ini, masih sulit mencari atau menemukan bahwa mereka adalah LSL, berbeda dengan waria yang sudah terbuka," katanya.
Kemal juga menyebutkan kepedulian pemerintah daerah terhadap penanggulangan HIV/AIDS di daerah saat ini sudah semakin membaik. Ini ditandai dengan semakin banyaknya APBD untuk kesehatan penderita penyakkit ini. "Tapi, jumlahnya masih jauh dari kebutuhan yang sesungguhnya," kata dia. Kecuali DKI Jakarta, Bali, dan Papua, anggaran daerah masih di bawah dasar. (Hru/OL-04)
Sumber: www.mediaindonesia.com
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief pada konferensi pers Menyambut Pekan Kondom Nasional (PKN) 2009 di Jakarta, Kamis (12/11).
Menurutnya, data tersebut didapatkanya dari Departemen Kesehatan. "Kelompok usia 15-49 tahun merupakan populasi rawan tertular HIV/AIDS. Namun lebih dari 50 persen terjadi pada kelompok usia 15-29 tahun," ujarnya.
Senada dengan kepala BKKBN, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional Nafidah Mboi menjelaskan peningkatan estimasi tersebut dikarenakan perilaku seks berisiko yang dilakukan oleh masyarakat. Perilaku seks beresiko itu dapat terjadi pada pasangan suami istri dan pasangan bukan suami istri.
Menurutnya, alat paling mutakhir untuk mencegah penularan tersebut adalah kondom. Tetapi tingkat penggunaan kondom di Indonesia sangat minim, apalagi penggunaan kondom perempuan.
"Sosialisasi PKN 2009 ini, juga ditujukan untuk mengenalkan kondom untuk perempuan," tambahnya.
Ia mengatakan, perempuan saat ini menjadi target kampanye kondom karena perempuan berhak melindungi dirinya dan keturunanya dari penularan HIV/AIDS. Selain itu, penggunaan kondom oleh laki-laki di Indonesia cenderung stagnan, hanya sekitar 1,3 %. (Ant/OL-01)
sumber: www.mediaindonesia.com

Tuntutan pengungkapan skandal Bank Century kian tak terbendung. Setidaknya, ada dua demonstrasi pada Jumat siang tadi yang menuntut agar skandal Century bisa segera diungkap.
Demo pertama ada di Gedung DPR. Demo yang dilakukan oleh ratusan mahasiswa ini menuntut Dewan Perwakilan Rakyat agar segera mengusut skandal Bank Century.
Sementara demonstrasi kedua terjadi di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK. Para demonstran yang terdiri dari nasabah Bank Century dan lembaga sosial masyarakat meminta KPK mengambil alih pengungkapan Bank Century.
Menanggapi ini, Ketua DPR Marzuki Alie menegaskan bahwa kasus Bank Century masih menunggu laporan resmi dari Badan Pemeriksa Keuangan, BPK. Selain itu, politisi dari Partai Demokrat ini pun menjelaskan bahwa dana untuk Bank Century itu bukan dana pemerintah. Tapi, dana lembaga penjamin perbankan.
Marzuki pun masih belum menandatangani usulan Hak Angket skandal Bank Century. Padahal, sudah lebih dari 130 anggota DPR yang membubuhi tandatangan mereka. Bahkan, kalau dihitung dari fraksi di DPR, hanya Fraksi Partai Demokrat saja yang belum mau ikut tandatangan.
Pengguliran hak angket Bank Century ditargetkan mulai disidangkan pada akhir Nopember ini.
Sumber: www.eramuslim.com
Ian Antono yang memiliki nama asli Jusuf Antono Djojo lahir di Malang, Jawa Timur, 29 Oktober 1950. Ia adalah seorang musisi dan pencipta lagu yang juga salah seorang gitaris kelompok musik rock legendaris God Bless. Nah nama Ian Antono ini mulai menarik perhatian karena pada saat itu atmosfer musik rock di Indonesia belum ada yang memulai gan. God Bless lah yang pertama kali mempelopori. So secara otomatis Ian juga menjadi gitaris pertama yang berkibar di jalur rock Indonesia.

Eross Chandra

Eross Candra biasa disapa Eross adalah seorang pria kelahiran Yogyakarta, 3 Juli 1979 yang berprofesi sebagai musisi yang merupakan anggota dari grup musik Indonesia Sheila on 7 (ajariii aku tuk jadi pejantan tangguh ) Si Eross ini gan berposisi sebagai gitaris dari grup musik tersebut. Eross besar di keluarga pecinta musik. Ibunya seorang penyanyi, kakeknya pemain saksofon, dan pamannya mahir main gitar. Sejak SD, Eross telah mengenal dunia musik karena sering mendampingi ibunya yang latihan band di studio musik di rumahnya, Karangkajen, Yogyakarta. Eross sangat tertarik dengan alat musik gitar dan mempelajarinya. Gitar pertama dimiliki oleh Eross saat berusia 14 tahun sebagai kado ulang tahun dari ayahnya.
Selain di Sheila on 7, sekarang ini Eross juga sedang sibuk dengan proyek kelompok musik barunya, Jagostu. Namun, dia memastikan bahwa kelompok musik barunya tersebut tidak akan mengganggu eksistensi dan keutuhan SO7 yang sudah membesarkan namanya.
Abdee Negara

Abdee Negara lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, 28 Juni 1968. Abdee ini adalah gitaris, vokal pendukung, penulis lagu dan produser yang cukup senior gan. Ia adalah salah satu gitaris Slank dengan gitaris lainnya, Ridho dan pernah bermain dengan gitaris nasional dan internasional lainnya, salah satunya Paul Gilbert . Selain Slank, band utamanya, Abdee juga memproduseri band Indonesia lainnya seperti Serieus. Sejak memulai karir musiknya, Abdee selalu bermain dan mempersembahkan gaya rock-blues.
I Wayan Balawan

Nah ini nih dewa gitarnya Indonesia. I Wayan Balawan lahir di Gianyar, Bali, 9 September 1973. Balawan terkenal sebagai pemusik Jazz papan atas Indonesia. Ia adalah seorang gitaris Jazz yang nama mencuat dan semakin difavoritkan di Indonesia dengan teknik bermain gitar Touch Tapping Style. Ia juga sempat mengenyam pendidikan musik di Australia namun dulu ia mengambil jurusan musik rock bukan jazz. Sekarang ini Balawan membentuk band Batuan Ethnic Fusion yang mengusung eksplorasi musik tradisional Bali.
Dewa Budjana

I Dewa Gede Budjana atau yang dikenal dengan nama Dewa Budjana lahir di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, 30 Agustus 1963. Ia adalah anggota grup musik Gigi dan berposisi sebagai gitaris. Ketertarikan dan bakat Dewa Budjana pada musik, khususnya gitar, sudah sangat dominan terlihat sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar di Klungkung Bali. Sampai-sampai, Budjana kecil pernah mencuri uang kakeknya untuk sekedar memenuhi keinginannya membeli gitar pertamanya seharga 10.000 Rupiah. Sejak memiliki gitar pertama inilah yang membuat Budjana tidak lagi memiliki semangat untuk bersekolah, baginya gitar adalah nomor 1. Pada saat itu Budjana mempelajari sendiri teknik bermain gitar, dan dia mampu dengan cepat mahir mempelajari lagu Deddy Dores berjudul Hilangnya Seorang Gadis dan lagunya The Rollies berjudul Setangkai Bunga, itupun disaat ia sama sekali belum tersentuh literatur-literatur musik/gitar yang formal. Sekarang ini selain masi aktif bersama Gigi, Budjana juga menjalani solo karir sejak tahun 1997.
NAH INI DIA SOSOK YANG NGAJARIN MEREKA MAIN GITAR.. WUEEEEEK... CUIIIH!!!

Sumber: haxims.blogspot.com

Membuat senjata api (senpi) jenis pistol ternyata hanya perlu biaya Rp 200.000. Setidaknya ,begitulah pengalaman Miftah Yama Fauzan, siswa kelas 10 SMAN 1 Kabupaten Sidoarjo.
Remaja berusia 15 tahun tersebut berhasil membuat prototipe senpi elektronik. Tanpa suara letusan, pistol buatan Miftah mampu memecahkan kaca.
Temuan Miftah telah dipresentasikan di depan dewan juri yang berjumlah 12 orang enam di antaranya bergelar professor dalam Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) Tahun 2009. Kegiatan ini digelar Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) di Jakarta, Agustus 2009 lalu.
Kala itu pistol elektronik ala Miftah menyisihkan 1.700 karya lain, dan Miftah pun menggondol juara kedua di antara 34 para finalis. “Saya tidak menyangka akan menang,” aku Miftah, saat ditemui Surya di SMAN 1 Sidoarjo, Sabtu (7/11).
Ia bercerita, ide pembuatan pistol elektronik ini berawal dari rasa keprihatinannya ketika mendengar banyak berita mengenai kecelakaan pesawat terbang milik TNI. Berita-berita itu memaparkan bahwa penyebab kecelakaan diduga karena kurangnya perawatan pesawat terbang akibat kecilnya anggaran pemerintah untuk membiayai pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
“Makanya jika pistol ini bisa diproduksi dengan murah (secara nassal, Red), maka sisa dananya bisa dipakai membiayai Alutsista lain,” kata Miftah, didampingi Wakasek Bidang Humas SMAN 1 Sidoarjo, Eko Redjo Sunaryanto.
Sebenarnya ide itu sudah muncul sejak setahun lalu, saat Miftah masih duduk di bangku SMPN 4 Sidoarjo. Namun, dia baru mewujudkannya saat mengetahui dari internet ada lomba LPIR.
Maka, Miftah tanpa bimbingan siapapun menyiapkan pistol elektronik itu dua bulan menjelang LPIR. Hobinya menekuni pelajaran fisika memicunya bertindak serius mencari di situs-situs internet mengenai bahan-bahan materi yang mengulas senpi.
“Saya menyiapkan karya ini sendiri, termasuk mengirimkan proposal ke panitia, ” kenangnya.
Berbekal empat bahan utama berupa baterai ponsel, penaik tegangan listrik, kapasitor, dan kumparan pelontar Miftah mewujudkan gagasannya menciptakan pistol elektronik. Berbeda dengan pistol umumnya, yang menyalak keras jika pelurunya ditembakkan, pistol buatan Miftah tanpa suara.
Hal itu karena sistem kerja pistol tersebut digerakkan dengan energi kinetik yang dipadukan dengan energi elektronik. Sehingga, peluru yang ditembakkan itu bergerak karena dilontarkan oleh kombinasi dua energi tersebut.
“Namun bahan pelurunya harus khusus, terbuat dari logam fero-magnetik, logam yang bisa ditarik magnetik, ” jelas anak pertama pasangan M Ashari dan Ny Rossi Indarjani, warga Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, ini.
Saat uji coba, Miftah melengkapi pistol ciptaannya dengan peluru berupa paku yang dipotong sedemikian rupa. Ukuran peluru pistol ini berdiameter 0,5 sentimeter dan panjang dua sentimeter. Tatkala uji coba sebelum memenangi LPIR, peluru-paku ini mampu memecahkan kaca berukuran tebal dua milimeter.
Untuk membuat prototipe pistol, Miftah merogoh kocek sekitar Rp 200.000. Duit itu dipakai membeli sejumlah bahan utama pistol elektronik tersebut. Menurutnya, biaya bisa relatif kecil karena dia memakai bodi pistol hanya dari plastik mika yang dipotong dan dibentuk menyerupai pistol.
Jika nanti diproduksi massal, bahan untuk bodi pistol bisa dipilih sesuai kebutuhan. Bahkan fungsi pistol juga bisa disesuaikan dengan keperluan. Misalnya, jika untuk dipakai polisi melumpuhkan penjahat, kekuatan peluru tak harus mematikan; sedangkan bila dipakai sebagai senjata untuk berperang, kekuatan daya lontar peluru bisa dimaksimalkan. “Saat ini peluru bisa ditembakkan sejauh 10 meter,” urainya.
***
Kini Miftah serius mengotak-atik pistol buatannya itu karena bakal diikutkan ke Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang digelar Depdiknas di Jakarta, 16-20 November 2009 mendatang. Karya Miftah akan bersaing dengan karya 75 finalis LPIR 2009, yang pemenangnya akan diikutkan kejuaraan yang sama di tingkat internasional.
“Ini saya masih otak-atik, termasuk mendesain ukuran peluru yang tepat sehingga bisa melesat jauh, ” ujarnya.
Dengan bimbingan sang guru fisika, Triwati, dan dorongan sang ayah, M Ashari yang juga dosen Teknik Elektro Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Miftah pun berusaha keras menyempurnakan temuannya. Antara lain, memperbaiki bodi pistol yang sempat retak karena terbentur koper saat pulang dari Jakarta mengikuti pembinaan seusai menyabet medali perak LPIR 2009.
Beberapa kali pistolnya juga dicoba dengan menembakkan peluru ke sejumlah kaleng bekas minuman ringan. Peluru berupa paku tumpul ini mampu melubangi kaleng-kaleng bekas tersebut. “Kaleng saja tembus, apalagi kulit manusia, ” seloroh bocah murah senyum ini, saat menunjukkan kaleng bekas di rumah orangtuanya, di Desa Pilang.
Wakasek Bidang Humas SMAN 1 Sidoarjo, Eko Redjo Sunaryanto, merasa bangga dengan prestasi salah satu siswanya itu. Pihak sekolah akan terus memfasilitasi siswa yang mampu berkarya, apalagi hasil karyanya bisa merambah dunia internasional karena SMAN 1 Sidoarjo sudah menyandang predikat Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).
Dia berharap budaya ilmiah mampu menjadi budaya baru di kalangan siswa SMAN 1 Sidoarjo. Sehingga, budaya ini akan mampu menciptakan iklim berkompetisi yang sehat di antara para siswa. “Dengan demikian siswa tetap bisa berprestasi di kancah internasional, ” tegasnya
Sumber: haxims.blogspot.com
Jakarta - Presiden Direktur Dompet Dhuafa Republika, Ismail A. Said, mengatakan film Emak Ingin Naik Haji adalah representasi keadaan masyarakat kita saat ini.
"Di satu sisi banyak kaum muslim yang bisa berkali-kali berangkat haji, sementara di sisi lain ada kaum dhuafa yang susah payah menyisihkan seribu demi seribu perak dari rezekinya untuk menggapai cita-cita berangkat haji," kata Ismail dalam acara nonton bareng film Emak Ingin Naik Haji di Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Senin (9/11).
Pemutaran film itu secara khusus dipersembahkan bagi korban gempa Sumatera Barat.
Dalam kesempatan itu, Ismail A. Said memaparkan program Solidaritas Gempa Indonesia Dompet Dhuafa Republika di masyarakat korban gempa di Sumatera Barat.
“Dompet Dhuafa kini sedang membangun 1000 hunian sementara untuk korban gempa Sumatera Barat, membangun 12 sekolah permanen, 2 masjid permanen, dan 2 rumah sakit lapangan,” ungkap Ismail.
Acara yang dimeriahkan pula oleh performance dari siswa sekolah SMART Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa Republika, ini diisi dengan penampilan Hadad Alwi, Sulis, Shilla, SNADA, dan Reza Artamevia.
Film Emak Ingin Naik Haji akan diputar secara serentak di bioskop-bioskop Indonesia mulai 12 November 2009.
Sumber: www.primaironline.com

Jakarta - Mantan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Williardi Wizar menyatakan dengan tegas ada skenario yang dibuat untuk menjatuhkan mantan Ketua KPK Antasari Azhar.
"Jam 12 malam saya diperiksa dengan didatangi oleh Direktur Reserse Polda Metro. Dia waktu itu mengatakan, menurut perintah atasan, kau bikin saja yang kau peduli. Demi Allah saya bersumpah, sasaran kita hanya Antasari. Demi Allah saya bersumpah," ujarnya dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/11).
Atas arahan itu kemudian Williardi mengikuti saran Direskrim Polda Metro Jaya, Kombes, M Iriawan.
"Kita samakan saja kalau memang itu perintah pimpinan silakan saja kata saya. Setelah kami membuat itu, besok kelar di TV. Saya SMS Direktur, kalau bapak bisa buka SMS saya tolong diklarifikasi masalah ini," paparnya.
Ia menambahkan ini skenario ini juga dikondisikan oleh beberapa pejabat dan petinggi Mabes Polri.
Sementara itu terdakwa Antasari menangis atas pengakuan yang dilontarkan Williardi. Antasari bahkan sempat bertakbir atas pengakuan ini.
"Beliau sangat-sangat kaget, dari keterangan Wiliardi. Sejarah peradilan, baru inilah kami mendengar saksi. Ternyata diskenariokan. Kita dengar langsung pernyataan saksi, bahwa sasaran kita adalah Antasari. Itu yang beliau sedih dalam sejarah hidupnya," kata kuasa hukum Antasari, Juniver Girsang.
Sumber: www.primaironline.com

VIVAnews - Daniel Daen, pelaku penembakan Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnain, akhirnya mengakui bahwa dirinya adalah orang yang menembaknya dalam kasus pembunuhan tersebut.
Pada sidang sebelumnya, Daniel tidak mau memberikan keterangan dengan alasan sakit. Padahal Daniel takut memberikan keterangan karena diancam dibunuh.
Dalam pengakuannya di hadapan majelis hakim, Daniel saat itu membonceng motor dengan Heri Santosa di kawasan Modern Land, Tangerang.
Daniel membawa senjata, yang diakui diberi dari terdakwa Fransiskus Tiga hari sebelumnya.
Keduanya diminta oleh Hendrikus, untuk mengikuti mobil Nasrudin dan diminti melakukan teror.
Dia kemudian melutuskan dua butir peluru ke pintu belakang samping kiri mobil Nasrudin. Saat itu dirinya mengaku tidak melihat ada orang di dalamnya.
Daniel kemudian kembali ke kosnya di Palbatu, dan bertemu dengan Hendrikus di Casablanca, Jakarta Selatan.
Keduanya kemudian menuju kawasan Pondok Labu dan memberikan uang kepada Daniel Rp 10 juta.
"Sebelumnya Hendrikus bicarakan ke saya kalau (Nasrudin) bahaya dan akan mengacaukan pemilu. Kalau tidak ada kata itu saya tidak mau,"
Daniel kemudian menuju Stasiun Gambir dan naik kereta jurusan Surabaya. Minggu sore, dia menuju Flores menumpang kapal laut.
Setelah berada di Flores selama satu bulan, Daniel kemudian menuju Jakarta dengan kapal laut dan turun di Pelabuhan Tanjung Priok.
Saat turun dari kapal, Daniel langsung diamankan petugas di Tanjung Priok.
Menurut pengakuannya, saat berada di mobil milik petugas, dirinya dalam mobil dirinya dipukuli. Dirinya kemudian dibawa ke hotel langsung dipukuli dan diborgol.
"Kaki di atas kepala di bawah. dari malam hingga pagi. Setelah itu baru saya di BAP," ujarnya.
Sebanyak lima eksekutor menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan ini. Mereka adalah Daniel Daen, Eduardus alias Edo, Fransiskus, Hendrikus dan Heri Santosa.
Daniel mendapat tugas sebagai penembak Nasrudin, Edo berperan sebagai pemberi order, Hendrikus sebagai penerima order, Fransiskus sebagai pemantau keadaan saat penembakan serta observasi kegiatan korban, dan Heri sebagai pengendara sepeda motor yang ditumpangi penembak.
Selama ini para terdakwa mengaku mendapat perintah untuk menghabisi nyawa Nasrudin dengan alasan menjalankan tugas negara. Mereka diminta menembak Nasrudin yang dianggap sebagai musuh negara.
Sumber: www.yahoo.com




